
Jika sang kantung bisa berkata, anak anak tidak akan menghabiskan uangnya.
Jika pohon pohon bisa berkata, mereka kesakitan akan mesin gergaji yang manusia gunakan untuk bunuh.
Anak anak bukan tempat barter uang.
Remaja wanita bukan barang yang dapat dijual dan dipakai kemudian dibuang dengan semena mena.
Rumah rumah bukan mainan yang dapat digusur hanya dengan membalikkan telapak tangan dan uang uang hasil gaji buta.
Para pejabat dan koruptor yang menampakkan diri dengan perut perut besar mereka.
Yang berisikan uang uang haram hasil mencuri.
Tangan tangan para manusia yang hina.
Tak semudah Tuhan membopengkan wajah hamba hamba-Nya.
Sampah sampah di ujung sungai.
Dan sudut sudut lembah.
Di kaki kaki bukit.
Kabut indah yang seharusnya menjadi panorama dunia, malah terhembus oleh awan kelam pabrik yang menyakitkan mata.
Ketika pohon pohon mulai menggugurkan daun terakhirnya.
Ketika sungai sungai mulai mengeringkan airnya.
Ketika alang alang dimakan serangga terakhirnya.
Ketika anak anak jalanan korban rampasan menitikkan air mata terakhirnya.
Ketika sungai sungai meluap karena busa pabrik yang terbuang.
Ketika matahari mulai pucat dan pudar akan sinarnya.
Ketika rumah rumah mulai rata dengan tanah.
Ketika sang tanah mulai menggersangkan tubuhnya.
Ketika hewan hewan lari dari habitatnya.
Dan manusia mulai lengah akan perangainya.
Maka mereka semua akan sadar..
Bahwa uang tidak dapat dimakan..
No comments:
Post a Comment